Top News

604 Korban Meninggal Dunia Akibat Bencana Banjir Bandang, Terbanyak di Sumatera Utara

 604 Korban Meninggal Dunia Akibat Bencana Banjir Bandang, Terbanyak di Sumatera Utara



Padang, 02 Des 2025 12:55 

Abdul Muhari, Ph.D. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB memberikan laporan kondisi terkini penanganan bencana dahsyat banjir bandang, yang melanda tiga provinsi di Sumatra. Menurut laporan Abdul Muhari, tim gabungan yang terdiri dari team pemerintah Pusat, Pemerintah Daerahm dan juga team dari mitra internasional melakukan upaya penanganan darurat bencana banjir bandang di tiga Provinsi, Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. 

Bencana yang oleh BNPB disebut-sebut sebagai bencana hidrometeorologi ini, per Senin (1/120 pukul 17.00, mencatat jumlah korban 604 jiwa meninggal, dan 464 jiwa lainnya hilang dan belum diketemukan. Tim gabungan BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah terus bekerja mempercepat operasi pencarian, pertolongan, penyaluran logistik, dan pembukaan akses wilayah terdampak.



Korban Terbanyak 283 Jiwa di Sumatra Utara

Sumatra Utara mencatat korban jiwa sebesar 283 orang, setelah tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) kembali menemukan korban yang sebelumnya dinyatakan hilang. Para korban tersebar di 9 kota Kabupaten Provinsi Sumatera Utara dari total 12 kota/kabupaten yang terdampak. Total ada 34 Kota/Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. 

Para korban meninggal ditemukan di wilayan kota/kabupaten (1) Tapanuli Tengah, (2) Tapanuli Selatan, (3) Kota Sibolga, (4) Tapanuli Utara, (5) Humbang Hasundutan, (6) Pakpak Bharat, (7) Kota Padangsidimpuan, (8) Deli Serdang, dan (9) Nias. Sementara itu, jumlah korban hilang tercatat sebanyak 173 jiwa.

Pengungsi tersebar di beberapa titik, antara lain 15.765 jiwa di (4) Tapanuli Utara, 2.111 jiwa di (1) Tapanuli Tengah, 1.505 jiwa di (2) Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di (3) Kota Sibolga, 2.200 jiwa di (5) Humbang Hasundutan, dan 7.194 jiwa di (10) Mandailing Natal.

Upaya pembukaan akses darat di sejumlah kabupaten yang masih terputus terus dilakukan pemerintah. Salah satu jalur yang mulai terbuka adalah jalur Tarutung–Padangsidimpuan setelah kerja keras dari Dinas Pekerjaan Umum, TNI, dan Polri.

Pembukaan akses jalan juga dilakukan pada jalur Tarutung–Sibolga. Langkah ini berdampak signifikan bagi masyarakat, serta lintas sektor kementerian/lembaga dalam penanganan darurat. Titik akses yang dapat ditembus kini telah mencapai Dusun Sibalanga Jae atau tepatnya di depan Kantor Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, (4) Tapanuli Utara.


Logistik Korban Bencana

Pengiriman logistik tahap pertama untuk (3) Kota Sibolga, (1) Tapanuli Tengah, (2) Tapanuli Selatan, (4) Tapanuli Utara, dan (5) Humbang Hasundutan telah mencapai 100%. Penyaluran menuju (10) Mandailing Natal, (11) Kota Gunungsitoli, dan (12) Nias Selatan masih terkendala akses darat.

Sebagai solusi, pengiriman udara masih dilakukan menggunakan tiga helikopter BNPB dan TNI AD, termasuk distribusi sembako, peralatan dapur, BBM, genset, serta perangkat komunikasi berbasis satelit seperti Starlink. Beberapa sorti udara khusus diarahkan ke wilayah yang masih terisolasi seperti Sopotinjak (sebuah desa di Kecamatan Batang Natal, (10) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dan Muara Siabu (Kecamatan Siabu, (10) Mandailing Natal (Madina) 


Pemerintah Pusat Turunkan Alutsista

BNPB mengerahkan 20 personel di (4) Tapanuli Utara dan (1) Tapanuli Tengah, sementara dukungan TNI/Polri mencapai lebih dari 500 personel di (1) Tapanuli Tengah dan (10) Mandailing Natal. Bantuan logistik berupa permakanan dan non-permakanan juga terus disalurkan ke kabupaten/kota terdampak.

Presiden Prabowo turut memberikan dukungan berupa 33 unit alat komunikasi, 33 unit genset, 14 unit LCR, 750 dus mie instan, dan 129 unit tenda, yang kini telah didistribusikan ke wilayah terdampak.


156 Korban Meninggal Dunia di Aceh

Sebanyak 156 korban jiwa dan 181 orang hilang, juga tercatat di Provinsi Aceh. Korban tersebar di 11 kota/kabupaten dari total 12 kota/kabupaten yang terdampak bencana. Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sendiri memiliki 23 kota/kabupaten. 

Kota/kabupaten yang mencatat jumlah korban tewas tersebut adalah (1) Bener Meriah, (2) Aceh Tengah, (3) Pidie Jaya, (4) Bireuen, (5) Aceh Tenggara, (6) Aceh Utara, (7) Aceh Timur, (8) Kota Lhokseumawe, (9) Gayo Lues, (10) Kota Subulussalam, dan (11) Nagan Raya. Peningkatan jumlah korban hilang dipicu laporan tambahan dari masyarakat.

Jumlah pengungsi mencapai 479.300 jiwa di berbagai kabupaten/kota, dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten (6) Aceh Utara sebanyak 107.305 jiwa.


Aceh Lumpuh Total 

Hampir seluruh jalur utama di Provinsi Aceh terputus total, termasuk perbatasan Sumatra–Aceh Tamiang, Gayo Lues–Aceh Tamiang, Bireuen–Takengon, serta Bener Meriah–Bireuen. Jalur Banda Aceh–Lhokseumawe juga masih terputus, namun terdapat jalur alternatif melalui Jembatan Gantung Awe Geutah dengan akses terbatas. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR terus mempercepat perbaikan infrastruktur vital tersebut.

BNPB mengaktifkan perangkat komunikasi darurat Starlink di (7) Aceh Timur, (6) Aceh Utara, (9) Gayo Lues, (2) Aceh Tengah, (1) Bener Meriah, (8) Kota Lhokseumawe, (4) Bireuen, dan (12) Aceh Tamiang. Mobilisasi perangkat untuk wilayah lain masih berlangsung.

Pada hari Senin (1/12), BNPB mendistribusikan logistik melalui jalur laut menuju (8) Kota Lhokseumawe. Bantuan dimuat menggunakan Kapal Express Bahari dari Pelabuhan Krueng Geukeuh (Lhokseumawe) menuju Pelabuhan Kuala Langsa (13) Kota Langsa. Bantuan yang dikirim mencakup hygiene kit, matras, selimut, sembako, alat kebersihan, dan makanan siap saji.Distribusi udara juga dilakukan untuk wilayah sulit dijangkau seperti (9) Gayo Lues, (12) Aceh Tamiang, dan (8) Kota Lhokseumawe.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dijalankan menggunakan pesawat Cessna Caravan. Satu unit Cessna 208B Caravan PK-SNP melakukan tiga sorti dengan total bahan semai sebanyak 1.000 kg NaCl dan 2.000 kg CaO.


165 korban tewas Di Sumatra Barat

Di Provinsi Sumatra Barat tercatat 165 jiwa meninggal dunia dan 114 jiwa masih hilang. Korban tersebar di (1) Kabupaten Agam, (2) Kota Padang Panjang, (3) Kota Padang, (4) Padang Pariaman, (5) Tanah Datar, (6) Pasaman Barat, (7) Pasaman, (8) Solok, (9) Kota Solok, dan (10) Pesisir Selatan. Total pengungsi mencapai 18.624 KK atau 122.683 jiwa, dengan jumlah tertinggi di (10) Kabupaten Pesisir Selatan dan (5) Kabupaten Tanah Datar.

Bantuan logistik di Sumatra Barat mulai didistribusikan melalui jalur udara dan laut. BNPB bersama TNI dan Basarnas mengirim bantuan seberat 4 ton menuju (8) Kabupaten Solok, (1) Agam, dan (6) Pasaman Barat pada Senin (1/12). Bantuan yang diberikan mencakup makanan kemasan, beras, air mineral, bahan baku makanan, kasur, dan obat-obatan.

Pengiriman melalui jalur laut juga dilakukan menuju Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, (1) Kabupaten Agam, yang masih terisolasi akibat akses jalan tertutup.

BNPB bersama TNI/Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, relawan, dan mitra internasional terus bekerja maksimal mempercepat pencarian korban, pembukaan akses, pemulihan layanan vital, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.


Vijay








Previous Post Next Post