Top News

STOP WAR IRAN-ISRAEL : MENANG JADI ARANG, KALAH JADI ABU

 STOP WAR : MENANG JADI ARANG, KALAH JADI ABU

 

 
Analisis Mengerikan Peperangan Iran Israel
 

 

Bandung, 18/06/2025

Hentikan Peperangan. Tak ada yang diuntungkan sama sekali dalam peperangan, selain ego dan rasa bangga diri diantara para pelaku peperangan. Damai, dan hentikan peperangan saat ini juga. 

Konflik peperangan tidak berhenti di Timur tengah, malah semakin meluas. Iran yang jaraknya puluhan belasan ribu kilometer dari Gaza, Palestina, sekarang menjadi ajang lokasi peperangan baru. Korban masyarakat sipil terus bertambah. Dan egoisme yang dibalut dengan berbagai alasan membuat mudah dan ringan menyebutkan jumlah korban yang tewas. 

Serangan menghancurkan yang dilakukan Iran dalam beberapa hari terakhir, menewaskan lebih dari 24* warga Israel, dan melukai lebih dari 600 orang. Data-data kehancuran dan kematian, terus bertambah sejalan dengan pertempuran yang semakin menggila. 


 * Revisi 19/08/2025, 08.27 WIB, dari data sebelumnya sebanyak 20 tewas

Kota-Kota Di Israel Hancur Berantakan Diserang Iran
 
Korban Masyarakat Sipil Mulai Berjatuhan Terus Bertambah Setiap Hari

 

Hentikan peperangan, apa gunanya saling membunuh seperti itu, hentikan peperangan dan hiduplah dengan damai. Seperti semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang ada di Nusantara. Bhinneka Tunggal Ika, tan Hana dharma mangrwa, begitu lengkapnya, Semboyan Nusantara itu bermakna bahwa semua manusia harus saling menghargai perbedaan dan menghentikan pertikaian. Perbedaan itu adalah hal yang lumrah, jangan karena berbeda kemudian berperang dan bertempur saling bunuh. 


Baca Juga :

Mantan Presiden RI SBY : Dari Abad Ke Abad Selalu Saja ada war like leader

STOP WAR : MENANG JADI ARANG, KALAH JADI ABU

Tuhan menciptakan kita berbeda. Bukan untuk tujuan saling bertikai dan saling memusnahkan. Akan tetapi untuk memahami perbedaan yang memang ada di antara kita. Sadarlah.



"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."
(QS. Al-Hujurat (Surat 49) Ayat 13)


Manusia yang sejati, adalah manusia yang memahami perbedaan, dan mencoba berhenti dari egoisme dan kesombongan, untuk kemudian menghormati dan menghargai. Hentikan peperangan yang tidak berarti apa-apa selain kehancuran. Stop War.



"Maka mereka mengalahkannya dengan izin Allah, dan Daud membunuh Jalut. Kemudian, Allah memberinya (Daud) kerajaan, dan Hikmah, dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki. Dan kalau Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam."
(QS. Al-Baqarah (surat 2) : Ayat 251)


Jika ingin menguji keunggulan di antara kalian. Pilihlah lapangan sepakbola, bertandinglah di lapangan hijau. Uji strategi, kelincahan, dan kecerdasan kalian di lapangan sepakbola. Jangan meluncurkan rudal antar benua yang membunuh manusia. Yang kalian bunuh dalam peperangan adalah manusia, bukan kecoa atau semut, bukan sapi atau kambing.

Declaration of Human Right, 10 Desember 1948 adalah karya bangsa-bangsa di dunia yang sebelumnya menyaksikan kehancuran dan kematian lebih dari 80 juta manusia karena Perang Dunia II.

..... masyarakat internasional bersumpah untuk tidak pernah lagi membiarkan kekejaman seperti yang terjadi pada konflik Perang Dunia II tersebut terjadi lagi. Para pemimpin dunia memutuskan untuk melengkapi deklarasi ini dengan langkah pasti untuk menjamin hak setiap individu manusia  di mana pun berada.... 


Jangan biarkan pembantaian dan pembunuhan atas nama apapun terjadi pada siapapun, pada manusia di mana pun di atas dunia. Manusia adalah satu ras. Membunuh satu manusia saja seperti menghancurkan seluruh umat manusia di muka Bumi. Berhenti lah berperang. Apa kalian tidak punya pekerjaan lain selain saling bunuh seperti ini ?


"Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi."

(QS. Al-Ma'idah (surat 5) : Ayat 32)



Dunia lebih membutuhkan perang yang lebih besar dari perang main-main yang sangat membosankan itu. Perang besar di dalam diri dan kemenangan terhadap perang melawan egois me dan kesombongan di dalam diri kita semua, jauh lebih dirindukan dari peperangan yang hanya mengorbankan saudara saudara dan keluarga sendiri. Membunuh bayi dan anak-anak kecil lucu. Perangilah musuh di dalam diri yang bahkan jauh lebih besar dan lebih jahat dari musuh di luaran sana. Apa memakmurkan dunia tanpa saling bunuh seperti itu tidak bisa dilakukan ?





Peribahasa Nusantara yang terkenal Menang jadi arang, Kalah jadi abu, bermakna tak ada satupun yang diuntungkan dalam peperangan. Hentikan peperangan. Kendalikan egoisme di dalam diri, rasa yang merasa paling benar dari semua, Hentikan peperangan. Stop War. Peace, berdamailah !!!!! (vijay)

Kota Di Israel luluh lantak
Gedung-gedung di Tel Aviv hancur berantakan
 


 

 


Lihat Juga :




Index News Informatika/Informatika News Line


 
 
 
 
Ikuti Informatika News Line 
Di Instagram



 
Dual Server
 
 
Indeks
 



Parade Foto Informatika



























Previous Post Next Post